Makanan Khas : Pasuruan dan Surabaya

Satai Komoh




Satai Komoh
Image from masakandapurku.com
Mirip empal, namun diakhiri dengan proses pembakaran di atas bara arang. Rasa gurih pada Satai Komoh menonjol karena diungkep dahulu dengan bumbu berempah. Ini mengapa kata 'komoh', yang berarti 'basah berlumur bumbu', melekat pada nama hidangan asli Pasuruan, yang kini menyebar dan populer di Malang dan Surabaya.

Di tempat asalnya, Satai Komoh adalah bagian dari Rawon Satai. Kuah rawon yang lebih bening itu 'menggigit' kala dicampur bumbu dari Satai Komoh dan Sambal Kecambah (Sambal Taoge).

Bumbu satai yang kemerahan, dari bawang merah, bawang putih, daun jeruk, cabai, dan kemiri, menjadi alasan mengapa nama Satai Bumbu Rujak juga melekat pada hidangan ini. Jauh berbeda dengan satai berbumbu saus kacang. Untuk penyajian, terkadang ditambahkan lagi bumbu rujaknya pada satai matang agar makin sedap.

Bikang Peneleh

Bikang Peneleh
Image from lifestyle.okezone.com

Ini kue kuno yang telah diproduksi Toko Kue Bikang Peneleh, di Jalan Paneleh, Surabaya, puluhan tahun lalu. Tampilannya menarik sebagaimana cara bikang pada umumnya, dengan paduan warna hijau atau cokelat, dan putihnya santan yang wangi.

Bahan-bahan bikang peneleh sebenarnya sederhana, namun tak semua penjual bisa menyamai kualitas di toko ini. Santannya dari kelapa pilihan, dengan tepung beras kualitas baik, agar legit. Apalagi ketika disantap panas.

Menurut pemerhati kuliner Indonesia dan praktisi dari Kelana Rasa-Culinary Solutions, Arie Parikesit, toko ini mempertahankan proses memasak bikang di atas kayu bakar dengan api kecil. Ketelatenan ini menghasilkan aroma asap pada kue yang selalu istimewa.

Sumber : Majalan Femina Edisi 2015 hlm. 102

Artikel Terkait

Makanan Khas : Pasuruan dan Surabaya
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email